Trending

Mahasiswa Unand Mesum di Area Masjid: Mahasiswinya Sembunyi di Bawah Kasur

Sejoli mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dipergoki berduaan di dalam kamar garin (marbut) di Masjid Al-Ihsan kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (9/12). Mahasiswa ini diketahui berinisial TKA (19 tahun), sementara mahasiswi yakni IAT (18 tahun).

Menurut Ketua Masjid Al-Ihsan, Dodi Febrizal, kedua mahasiswa ini kedapatan berduaan ketika waktu masuk salat magrib. TKA yang merupakan garin di masjid itu dijadwalkan piket untuk menjadi imam salat.

“Garin di masjid ini ada dua, gantian-gantian jadi imam. Ada jadwal piket. Sebenarnya jadwalnya dia tang jadi imam, lalu tidak naik (ke atas masjid), teman garin lain mencari,” kata Dodi saat dihubungi kumparan, Senin (11/12).

Saat garin lainnya mencari, kamar garin didapat dengan kondisi keadaan terkunci dari dalam. Dodi menyebutkan, garin lainnya ini mencoba mengetuk pintu, namun TKA lama membuka.

“Diketok pintu, lama dibuka, sekitar lima menitan baru dibuka. Curiga, diperiksa ternyata si perempuan sembunyi di bawah tempat tidur. Yang laki-laki ini duduk pura-pura menulis tugas,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Dodi, garin lain sudah curiga dengan TKA. Karena beberapa hari belakangan sempat ditemukan rambut perempuan di dalam kamar garin.

“Ditemukan rambut di dalam kamar, di sana sudah curiga. Ini sebelum ketahuan. Dari pengakuannya ternyata sudah membawa perempuan ini tiga kali di dalam kamar. Dia mengaku salah dan terdorong nafsu, khilaf., ” imbuhnya.

Baru 3 Minggu Jadi Garin, Dikenal Penghafal Al-Quran

TKA diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Hukum, sedangkan IAT dari Fakultas Ilmu Budaya. Keduanya asal Sumatera Utara.

Dodi mengungkapkan, TKA baru tiga minggu menjadi garin masjid. TKA dikenal sangat agamais, ia penghafal Al-Quran dan memang sering menjadi imam salat.

“Walaupun tidak di masjid (tempat salat) tapi kan (kamar) masih berada di area masjid (satu bangunan). Kami sebagai jemaah terhina. Mengecewakan kami terhadap sikap anak ini, karena yang paling kecewa itu anak ini penghafal Al-Quran dan sudah mengerti tentang agama,” jelas Dodi.

“Tentu ini kita kasihan. Mudah-mudah dengan ketahuan ini bisa bertaubat. Dia jadi garin masjid sudah tiga minggu. Karena memang dikenal di Unand sebagai penghafal Al-Quran, memimpin doa. Secara tampilan luar anak ini bagus,” ujarnya.

Dodi menyebutkan, akibat perbuatannya kedua mahasiswa ini didenda secara adat dengan membayar 20 sak semen. Ia tidak mengetahui sanksi apa yang diberikan oleh Unand.

“Sudah disidang etik di Unand dihadirkan orang tuanya, perwakilan warga. Jadi sudah disepakati. Unand sidang etik tidak tahu hasilnya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *